Make your own free website on Tripod.com

[ Home | Cara Memesan | Formulir Pesan | Konfirmasi | Artikel KB | Apa itu E-Book? | Cara Download ]

 [ Daftar Topik Diskusi | Cari Topik | Kirim Topik Diskusi ]

              

    Kontroversial mengenai alat kontrasepsi

Saat ini penggunaan alat kontrasepsi, meskipun sudah lazim digunakan oleh banyak orang masih juga menjadi suatu polemik tersendiri. Sebab masih banyak pula para ahli dan kelompok tertentu yang tidak menyetujui penggunaan alat kontrasepsi ini. Baik secara perorangan sebagai seorang ahli maupun secara institusional masih ada kelompok yang sangat melarang mengenai penggunaan  alat kontrasepsi ini. Tentu ada beberapa alasan secara logis maupun secara moral yang dijadikan dasar oleh mereka untuk mengeluarkan himbauan ini.

      

      Banyak di negara berkembang mengalami masalah kependudukan. Maka cara mudah yang ditempuh adalah melalui anjuran bahkan mewajibkan penduduknya untuk menggunakan alat kontrasepsi ini dalam upaya untuk membatasi peningkatan angka kelahiran. Sebab cara ini dipandang cara yang paling praktis dan mudah. Meskipun dalam perjalanannya akhirnya membutuhkan dana yang tidak sedikit pula untuk operasionalisasinya. 

 

 Alat Kontrasepsi Bersifat Abortif

 

      Ada beberapa alasan yang menjadi dasar dari para tokoh antagonis dalam penggunaan alat kontrasepsi ini. Alasan mereka antara lain: bahwa banyak alat kontrasepsi lebih bersifat abortif atau pengguguran. Adapun keterangannya dapat Anda baca pada artikel Pengaruh Buruk Alat Kontrasepsi di halaman lain pada situs ini. Para tokoh protagonis dalam penggunaan alat kontrasepsi ini, dalam propagandanya sering membungkusnya dengan menggunakan istilah-istilah yang diperhalus dan mentereng, seperti: morning after pil, post conceptual contraception, menstrual regulatian, dan lain-lain. Pada hal istilah tersebut secara singkat menunjuk pada esensial mengenai aborsi. Sebab banyak alat kontrasepsi yang sifatnya bekerja pada proses setelah terjadinya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma atau setelah pembuahan, dimana zygot telah terbentuk. Ada golongan tertentu yang masih mengizinkan orang melakukan aborsi pada janin sampai usia tertentu. Alasannya adalah bersifat secara agamis, dimana pandangan mereka bahwa pada usia tertentu pada janin baru diberi roh kehidupan.

 

      Namun apa pun alasannya, ditinjau secara medis dan biologis, sejak masa konsepsi, yakni semenjak bertemunya antara sel telur dengan sel sperma kehidupan baru telah terbentuk, sebab mereka sudah membentuk pribadi baru sebagai hasil persekutuan antara si ayah dan si ibu. Pribadi ini secara fisik dan mental semenjak itu telah mengalami perkembangan. Dimana pengaruh orang tua baik secara genetis fisiologis maupun mental sudah bisa terjadi, bahkan semenjak sebelum zygot terjadi. Ada pandangan agamis pula bahwa cara orang tua melakukan hubungan seksual juga berpengaruh terhadap si calon anak ini, maka dianjurkan untuk melakukan hubungan secara sadar dan persiapan melalui berdoa dan sebagainya sebelum melakukannya.

 

      Bila hal ini dikembalikan pada alasan bahwa aborsi masih diperbolehkan sampai janin pada usia  tertentu, maka penjelasan mengenai perlunya sikap dan cara yang baik dalam persiapan melakukan hubungan demi menghasilkan keturunan yang baik menjadi sedikit kontradiktif.

 

Alasan Moral

Larangan Penggunaan Alat Kontrasepsi

       Seksualitas perkawinan adalah bersifat suci,  personal, dan transendental. Maka perkawinan merupakan salah satu moment kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dengan segi keagamaan. Bahkan diatur melalui peraturan-peraturan dalam agama mana pun. Hal ini mengingat bahwa tujuan perkawinan - dan termasuk hubungan seksual perkawinan - adalah: 

- Ungkapan cinta kasih suami isteri (bukan  sekedar  penyaluran libido).

- Prokreatif, di mana salah satu tujuan  perkawinan adalah untuk meneruskan keturunan.

 

 

[an error occurred while processing this directive]

Copyrightę KBA Klub 2005

Powered by: KBA Klub