Make your own free website on Tripod.com

[ Home | Cara Memesan | Formulir Pesan | Konfirmasi | Artikel KB | Apa itu E-Book? | Cara Download ]

 [ Daftar Topik Diskusi | Cari Topik | Kirim Topik Diskusi ]

              

Index

Seksologi: Sanggama Terputus Tidak Aman.

Ganti Merk KB Pengaruhi Menstruasi?

Vasektomi, Bikin Seks Suami Tambah Hot?

Seksologi: Terganggu Bila Pakai Kondom.

Tidak Menstruasi Karena 3 Pil KB.

Ikut KB Suntik Haid Tak Teratur

 

Sumber http://www.kompas.com/
Seksologi: Sanggama Terputus Tidak Aman

Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi

Kasus:

"Saya seorang istri berumur 24 tahun, suami 31 tahun. Kami mempunyai putra berusia 1 tahun. Saya dan suami ingin menjarangkan kehamilan, tapi saya takut ikut KB. Begitu juga dengan suami saya. Kami mendengar cerita tentang efek samping obat KB, ada yang bisa membuat gemuk dan mandul. Jadi kami tidak menggunakan obat itu. Selama ini pencegahan yang kami lakukan ialah dengan mengeluarkan sperma di luar vagina pada waktu melakukan hubungan seks. Pertanyaan saya, apakah efek samping cara yang dilakukan suami saya dengan mengeluarkan sperma di luar kelamin saya? Apakah dengan cara itu bisa menjarangkan kehamilan?” 

(Nita, Semarang)

Jawab:

Kontrasepsi Sederhana

Cara yang dilakukan oleh suami Anda adalah suatu sanggama terputus. Ini sebenarnya adalah suatu cara kontrasepsi yang sederhana dan konvensional. Dengan mengeluarkan sperma di luar vagina istri Anda, diharapkan tidak terjadi kehamilan. 

Namun, perlu Anda ketahui bahwa kegagalan cara ini sangat tinggi. Artinya, kemungkinan menjadi hamil cukup besar. Masalahnya, tidak terlalu mudah bagi laki-laki untuk mengontrol ejakulasinya agar terjadi di luar vagina. Karena itu, dengan cara ini tidak dijamin seratus persen bahwa tidak ada sperma yang masuk. 

Di samping itu, sebelum terjadi ejakulasi, kemungkinan besar sudah ada sel-sel spermatozoa yang terkandung di dalam cairan kelenjar yang keluar sebelum ejakulasi. Keadaan ini sudah dapat menimbulkan kehamilan. 

Kedua masalah inilah yang menyebabkan sanggama terputus tidak dapat diandalkan sebagai cara untuk menjarangkan kehamilan. Efek samping sanggama terputus tidak ada, tapi banyak yang mengeluh tidak puas ketika melakukan hubungan seksual, baik pihak suami maupun istri. 

Di pihak suami, keluhan tidak puas muncul karena ketika mencapai orgasme yang bersama-sama ejakulasi, dia harus menarik tubuhnya. Padahal, pada saat itu terjadi kontraksi yang disertai tekanan tubuh. 

Sementara itu, di pihak istri, keluhan tidak puas muncul karena suami mengeluarkan penisnya yang berarti menghentikan rangsangan pada kelamin istri. Mungkin karena itu cara ini kurang diminati. 

Banyak Metode

Sebenarnya Anda dan suami tidak perlu merasa takut menjadi akseptor KB. Ketakutan yang muncul saya pikir disebabkan karena ketidakmengertian atau informasi yang tidak benar yang pernah Anda terima. 

Ada banyak cara KB yang tinggal dipilih sesuai dengan keinginan Anda dan petunjuk tenaga ahli. Mulai dari cara sederhana seperti kondom atau tisu KB, pil KB, suntikan, IUD, dan susuk KB. Bahkan kelak kalau sudah mempunyai anak cukup, dapat memilih cara operasi, yang disebut vasektomi untuk suami atau tubektomi untuk Anda. 

Ketakutan Anda tidak perlu berlebihan karena obat atau alat KB yang sekarang beredar telah diuji cukup lama sebelum dipasarkan ke seluruh dunia. Namun, tentu saja masing-masing cara mempunyai kelebihan dan kekurangan. Untuk itulah diperlukan konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter sebelumnya. 

Ketakutan Anda dan suami, yang akhirnya membuat suami memilih sanggama terputus, saya khawatir suatu saat justru menimbulkan masalah bila terjadi kegagalan sehingga Anda terpaksa hamil lagi. Sebaiknya sebelum ini terjadi, Anda dan suami harus memilih salah satu cara yang ada.

Kalau memang tetap tidak bersedia menggunakan obat kontrasepsi yang ada, cobalah suami gunakan kondom yang berkualitas baik. Ini tentu jauh lebih aman daripada sanggama terputus, asal benar menggunakannya. 

Kondom tinggal digunakan pada saat akan melakukan hubungan seksual pada masa subur. Di luar masa subur, kondom tidak diperlukan. Sebenarnya juga ada kondom untuk wanita, sayangnya tidak populer.

 

Sumber: Jawa Pos, 22 April 2006

Ganti Merk KB Pengaruhi Menstruasi?

Oleh: Budi Santoso, Konsultan Kebidanan dan Kandungan.

 

Selamat pagi dokter, saya ibu satu anak dan karyawati swasta umur 27 tahun di Surabaya. Saya memakai alat kontrasepsi pil KB sejak setahun lalu. Pil KB lama saya merk Marvelon 28, sudah sebulan ini saya berganti  merk Diane 35 karena tertarik iklannya yang tidak mengakibatkan penambahan berat badan dan menghaluskan kulit.

Pertanyaan saya:

1. Setelah mengonsumsi Diane 35 selama sebulan, flek-flek coklat di wajah saya berkurang, namun bulu-bulu halus di wajah saya bertambah banyak. Apakah pil KB dapat mengakibatkan  hal tersebut?

2. Setelah mengkonsumsi pil KB Diane 35, saya tidak mengalami menstruasi sebanyak biasanya, hanya berupa flek-flek kecoklatan selama seminggu. Apakah pergantian merek pil KB dapat mengakibatkan  kelainan pada menstruasi? Demikian pertanyaan dari saya. Semoga dapat dijawab.Terima kasih.

Atiek, Surabaya.

 

Apa yang ibu Atiek  alami saat ini, merupakan respon individual terhadap kontrasepsi hormonal. Kedua jenis pil KB yang ibu Atiek gunakan, baik yang awal maupun yang akhir merupakan KB pil Kombinasi. Yaitu, terdiri dari hormon estrogen dan progesteron. Komposisinya mirip dengan naik turunnya kedua hormon tersebut di dalam tubuh saat siklus menstruasi dalam setiap bulannya. Yaitu, pada awal siklus, hormon estrogen naik dan kira-kira pada puncaknya, yakni saat ovulasi (hari ke-14) dan kemudian turun.

Sedangkan hormon progesteron naik sesaat setelah ovulasi, kemudian pada puncaknya kira-kira hari ke-22 dan berangsur-angsur turun. Akhirnya, kedua hormon tersebut berada pada titik terendahnya, pada hari ke 25-26, selanjutnya akan diikuti menstruasi.

Saat menstruasi, terjadi pertumbuhan sel telur, selanjutnya hormon estrogen naik kembali, begitu seterusnya. Antara pil KB yang pertama ibu gunakan dan yang kedua, estrogennya sama.Yaitu berisi etnil estradiol. Yang berbeda adalah isi hormone progesteronnya.

Jika yang pertama desogestrel, sedangkan yang kedua CPA (Cyproteron Acetate), yang secara teoritis mempunyai efek antiandrogen. Sehingga, jika seorang wanita sangat sensitif pada pil KB tertentu, yang berupa jerawat, flek, dan keluar bulu-bulu kecil, pil KB yang mengandung CPA adalah pilihannya.

Namun, mengapa ibu Atiek justeru keluar bulu-bulu kecil? Ini mungkin merupakan respon individual, yang bisa saja terjadi pada siapa saja. Sedangkan jumlah darah yang keluar, lebih sedikit bukan masalah. Dan, mungkin saja sebagai akibat dari pergantian dari kedua jenis pil KB tersebut, yang memang berbeda hormon progesteronnya, yang mempunyai fungsi meluruhkan endometriumnya saat kadar progesteronnya turun (saat pil  terakhir habis).

Jadi memang masing-masing pil KB mempunyai kelemahan pada hal tertentu.

 

Sumber http://www.kompas.com
Vasektomi, Bikin Seks Suami Tambah Hot?


Berita serupa:  "Sudah Vasektomi, Kok, HAMIL?" 

Oleh: Dr. Handrawan Nadesul, Dokter Umum

Vasektomi atau mengikat saluran sperma pria bukan barang baru. Kita mengenal kebiri sengaja dilakukan pada tukang pukul kerajaan zaman dulu supaya tidak ada main dengan dayang-dayang. 

Apa makna kebiri di zaman seks sudah lebih sebagai hiburan ketimbang buat bikin anak? Mari kita iseng buka-bukaan di sini.

Tuan Mur. mundur maju sebelum memutuskan pilihan vasektomi. Di kepalanya melintas begitu banyak ketakutan, khususnya ihwal potensi seks, dan ke mana sperma yang masih diproduksi ŕkan terbuang setelah divasektomi, “Apa memang bisa bikin seks saya malah jadi loyo. Dokter?"

Itu sebetulnya pertanyaan mendasar Tuan Mur. sebelum minta izin istri untuk vasektomi. Ada banyak lagi mitos yang beredar di seputar vasektomi bikin banyak suami jatuh gamang. Sebagian bikin lelaki mundur.

Yang lain berani maju terus tanpa merasa perlu mendapat izin istri karena lebih banyak istri berkeberatan suami divasektomi, "Jadi lebih bebas, gitu lho, Dok!”

Sterilisasi buat Pria

Ya, vasektomi sebetulnya bukanlah metode kontrasepsi pilihan, melainkan cara lain bikin lelaki menjadi tidak bisa menghamili secara permanen. Eloknya keputusan untuk vasektomi tidak boleh begitu saja diambil sesederhana suami memilih kondom.

Bukan pertimbangan apa efeknya terhadap penampilan dan kinerja seks yang mungkin ditimbulkannya yang perlu lebih banyak dipikirkan, melainkan apa keputusan itu sudah final bagi pasangan suami-istri. Keputusan vasektomi sepihak oleh suami saja, sering bermasalah dalam keluarga di belakang hari.

Masalah mungkin dalam hal suami menjadi lebih enteng untuk selingkuh, lantaran merasa yakin tidak bakal menghamili lagi. Dokter di Indonesia sesungguhnya sudah sejak tahun 80-an memanfaatkan vasektomi sebagai kontrasepsi bedah untuk pria. Nyatanya sampai sekarang, masih belum begitu bersambut. Mungkin lebih karena alasan ego suami, rasa takut dibedah yang umumnya lebih besar dari sekadar ketakutan pihak istri belaka.

Bagaimana Cara Vasektomi

Prinsipnya bagaimana menjadikan pipa saluran spermatozoa atau sel benih (vasa deferens) pria agar betul-betul dibuat buntu. Kita tahu saluran sel benih yang sebesar kabel telepon berada di dalam kantong buah zakar (scrotum), Pipa ini menjadi penghubung yang mengalirkan sel benih yang diproduksi oleh buah zakar menuju kelenjar prostat yang berada d atasnya, di luar kantong zakar.

Di dalam prostat, sel benih lalu direndam oleh media berupa getah yang diproduksi oleh prostat. Selain itu disiram pula oleh cairan seminal, sehingga volumenya menjadi lebih banyak. Campuran ketiganya itu menjadi apa yang kita kenal sebagai air mani atau sperma.

Jadi, sebagian besar air mani yang keluar itu sesungguhnya lebih banyak berisi getah prostat dan cairan seminal (sekitar 95 persen), dan hanya sebagian kecil saja berisi sel benih (sekitar 5 persen). Taruhlah sekali ejakulasi rata-rata mengeluarkan 5 cc air mani, volume sel benihnya mungkin hanya sekitar 0,15cc saja.

Jadi, setelah seorang pria divasektomi, volume air mani yang sekitar 0,15 cc itu saja yang tertahan tidak ikut keluar bersama ejakulasi karena pipa yang mengalirkannva sudah dibikin buntu. Kendati yang sedikit ini besar maknanya dalam hal kesuburan, hampir tak ada artinya dalam urusan ejakulasi dan pernik seks lainnya.

Teknik konvensional vasektomi yang lazim dilakukan dengan cara memotong pipa saluran sel benih, kemudian mengikat kedua ujung potongannya. Karena pipa alit ini ada pada kedua belah sisi buah zakar, pemotongan dilakukan pada kedua belah sisi. 

Caranya, dengan membius lokal dengan suntikan pada kulit sebelah pinggir kantong buah zakar setelah meraba lokasi pipa sel benihnya. Pada bagian ini lalu dibelek beberapa sentimeter untuk menemukan sang pipa. Pipa lalu ditarik keluar dan dipotong. kemudian masing-masing ujung pipanya diikat, lalu dimasukkan kembali ke dalam kantong zakar. Bekas luka belekan dijahit, dan selesai sudah. Prosesnya kira-kira 20 menit untuk kedua sisi buah zakar.

Teknik yang lebih baru dilakukan dengan cara pembakaran (cauterisasi) pada pipa sel benih. Tidak perlu membelek terlebih dulu (no scalpel vasectomy), melainkan dengan jarum khusus langsung menembus kulit kantong buah zakar pada lokasi pipa sel benih berada, dan setelah pipanya ketemu, dilakukan cauterisasi. Hasilnya sama-sama bikin buntu pipa penyalur sel benih. 

Sekarang dikenal pula teknik dengan menggunakan klip (Vasclip). Dengan klip khusus sebesar butir beras, pipa sel benih dijepit. Ini sudah dipakai di AS sejak tahun 2002, dan disahkan oleh FDA, tetapi hanya berlaku di kalangan AS saja.

Perlu Analisis Semen

Satu-dua hari pasca vasektomi sudah dapat beraktivitas biasa. Di negara-negara Barat vasektomi biasanya dilakukan hari Kamis atau Jumat agar langsung bisa beristirahat pada Sabtu dan Minggunya.

Tentu perlu celana dalam dengan penyangga, dan tidak melakukan aktivitas berlari, melompat, atau yang high impact dulu. Tidak juga melakukan aktivitas seksual kalau tidak mau menghamili.

Beberapa hari sehabis vasektomi jangan merasa diri aman sudah steril dulu. Jangan sampai baru hari ini divasektomi, misalnya. besoknya langsung menubruk entah siapa. Karena perlu dipastikan dengan memeriksa air mani berulang apakah memang air mani sudah bersih dari sel benih. Mungkin perlu sampai 20-30 kali ejakulasi sebelum air mani betul sudah bersih tidak berisi sel benih lagi.

Selama air mani yang diperiksa masih mengandung sel benih yang hidup, selama itu pula seorang pria pasca vasektomi belum dinyatakan (declare) steril atau tidak subur. Untuk itu mungkin waktunya bisa sampai 2-3 minggu pasca vasektorni. Hal ini tergantung berapa banyak sel benih yang menyisa di bagian atas pipa sel benih sebelum vasektomi.

Umumnya rata-rata pemeriksaan air mani setelah 8 minggu vasektomi hasilnya baru benar-benar sudah bersih. Artinya, air mani sudah tidak berisi sel benih hidup lagi. Pada status steril begini seorang lelaki sudah tidak mungkin menghamili lagi. @

Keluhan Pasca Vasektomi

Keluhan paling sering berupa pembengkakan kantong buah zakar, selain rasa nyeri berkepanjangan di sekitar situ (post vasectomy pain syndrome). Pada nyeri yang berkepanjangan biasanya lantaran kondisi buah zakar memang sudah bermasalah sebelum vasektomi dilakukan. Mungkin sudah ada infeksi menahun di sana, kalau bukan ada tumor atau kanker buah zakar.

Untuk mencegah yang tidak mengenakkan itu, sebaiknya kantong buah zakar diberikan kompres es dalam 24 jam pasca vasektomi, selain tetap memakai celana berpenyangga, dan pastikan tidak terinfeksi. Pembengkakan, muncul gejala merah meradang pada kantong buah zakar, berarti kemungkinan sudah terjadi infeksi di sana.

Seperti Tuan Mur. di atas, bukan sedikit suami pasca vasektomi yang bertanya, apa betul vasektomi bisa bikin pria hilang kelelakiannya? Bagaimana dengan kehidupan seks, apa bisa lebih berisiko kena kanker prostat?

Tak ada yang berubah dengan urusan seks pada rata-rata pria yang sudah divasektomi. Ejakulat yang keluar hanya berkurang sedikit dan itu tak ada artinya dalam hal kenikmatan berejakulasi. Tak ada yang berubah juga dalam sifat ejakulat, sama kekentalan, warna, begitu juga aromanya, karena yang hilang hanya sel benihnya saja.

Lalu, bukankah sel benih lelaki yang sudah divasektomi masih terus diproduksi? Ke mana larinya sel benih yang belum stop diproduks! itu? Apa itu bisa membahayakan tubuh atau seks lelaki?

Ya betul, sel benih atau spermatozoa lelaki yang sudah divasektomi masih terus diproduksi oleh buah zakar. Namun, karena tertahan tidak bisa dialirkan memasuki prostat dan bisa ikut keluar bersama ejakulat, tumpukan sel benih akan diserap kembali oleh tubuh.

Sebagaimana lazim lelaki yang tidak menikah, tak bergiat seks, tidak atau jarang berejakulasi, berarti sel benihnya pun akan diserap kembali oleh tubuh. Sekitar 40-50 persen sel benih yang masih diproduksi memang diserap kembali oleh tubuh, dan itu bukan masalah pada kesehatan seks lelaki. Tidak juga buruk pengaruhnya pada tubuh.

Apakah suami yang sudah divasektomi seks-nya masih tetap ganas? Ya, keganasan seks lelaki pasca vasektomi tidak berubah. Ia tetap maskulin sebagaimana sediakala. Bisa jadi sedikit lebih, karena sehabis vasektomi penurunan testosteron lebih lamban dibanding pria yang tidak divasektomi.

Artinya, hormon kelelakiannya masih lebih galak dibanding yang tidak divasektomi. Masih tetap lebih tingginya testosteron dalam darah pasca vasektomi dibanding yang tidak divasektomi, itu pula yang mencemaskan apakah yang sudah divasektomi tidak lebih berisiko kena kanker prostat, yang memang tunduk di bawah kekuasaan sang hormon tersebut.

Kajian yang pernah dilakukan ihwal itu, belum menyatakan kebenarannya. 

 

Sumber: http://www.kompas.com/
Seksologi: Terganggu Bila Pakai Kondom

Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi

"Saya seorang wanita 29 tahun, belum bersuami. Saya sudah sering melakukan hubungan intim seperti suami istri, dengan pacar saya, sejak 3 tahun yang lalu. Untuk mencegah kehamilan, pacar sering memakai kondom, terutama pada waktu saya dalam masa subur. Selama ini saya berhasil tidak hamil. Sebenarnya saya tidak suka bila pacar memakai kondom. Saya kok merasa hanya bersentuhan dengan karet. Jadi, saya sering tidak merasa puas secara total karena ada yang menghalangi. Saya juga merasa takut kalau kondom bisa membawa akibat pada kelamin saya. Mohon penjelasan, apakah kondom dapat membawa akibat yang berbahaya pada kelamin saya? Mengapa saya merasa tidak puas bila pacar memakai kondom? Beda rasanya bila tidak pakai kondom. Apa alternatif lain selain kondom agar saya tidak hamil?"

(S.T., Jakarta)

Jawaban:

Hambatan Psikis 

Tidak sedikit orang, baik pria maupun wanita, yang merasa terganggu ketika melakukan hubungan seksual karena menggunakan kondom. Perasaan terganggu mungkin muncul karena alasan berikut. 

Pertama, secara psikis terganggu karena mengetahui ada kondom yang menghalangi, sehingga tidak terjadi sentuhan langsung ketika melakukan hubungan seksual. Kedua, kualitas kondom tidak baik, terutama dalam ketebalannya. Namun, kondom produk masa kini pada umumnya berkualitas baik dan sangat tipis, sehingga secara fisik sebenarnya tidak berbeda dengan bila tanpa kondom.

Saya pikir ketidakpuasan Anda lebih banyak karena hambatan psikis. Sebab, Anda lebih dulu sudah merasa “hanya bersentuhan dengan karet”. Hambatan psikis ini memang cukup besar pengaruhnya, sehingga wajar bila Anda merasa tidak total.

Apalagi Anda merasa khawatir kondom dapat menimbulkan akibat buruk pada kelamin. Di sini saya jelaskan bahwa kondom tidak menimbulkan akibat buruk apa pun pada kelamin.

Untuk mengurangi hambatan psikis itulah kondom kini diproduksi dengan variasi warna yang cukup menarik. Pengaruh psikis yang positif diharapkan muncul dengan melihat variasi warna kondom yang digunakan.

Selain itu, kondom tampil semakin tipis, sehingga diharapkan secara fisik penggunanya tidak merasakan perbedaan.

Kontrasepsi Aman

Sesungguhnya, sebagai alat kontrasepsi, kondom cukup aman, murah, dan bebas efek samping. Sayang sekali tidak banyak orang yang mau menggunakan, terutama karena hambatan psikis, baik pada pihak wanita maupun pria. Saya harapkan dengan penjelasan ini, Anda menjadi tidak terganggu lagi.

Kalau Anda ingin beralih ke kontrasepsi lain, silakan saja. Mengingat Anda belum menikah dan mempunyai anak, mungkin hanya pil yang dapat menjadi pilihan lain. Namun, karena pil kontrasepsi mengandung hormon, seharusnya Anda berkonsultasi lebih jauh kepada dokter. Siapa tahu ada suatu kondisi yang tidak memungkinkan Anda menggunakan hormon tersebut. 

Sekali lagi, kondom cukup efektif asal digunakan dengan benar, serta murah, aman, dan tanpa efek samping. Namun, yang lebih aman lagi adalah tidak melakukan hubungan seksual.

Tidak Menstruasi Karena 3 Pil KB

Sumber: Konsultasi masalah seks kita, Liberty, 1998

 

Saya mempunyai seorang teman sahabat wanita bernama N. Saya ingin membantu memecahkan masalahnya dengan minta nasihat dokter. Begini, N melakukan hubungan intim dengan pacarnya. Kemudian dia minum 3 pil KB untuk mencegah kehamilan. Dan hari-hari berikutnya dia tetap melakukan hubungan intim dan minum 3 buah pil lagi.

 

Terakhir dia minum 6 buah pil. Sejak itu dia tidak mengalami menstruasi. Setelah itu dia minum obat yang dapat mendatangkan haid. Namun, dia tetap tak mengalami haid selama 2 bulan.

 

Dokter, apakah sahabat saya hamil? Apakah dia bisa haid lagi?

 

Yuni MA

Panalaran, Samarinda

 

Ada beberapa kesalahan prinsip yang dapat membahayakan kesehatan teman Anda. Yakni minum Pil KB tanpa resep dokter ( 3 buah pil sekali minum). Ini kesalahan fatal dan dapat mengacaukan keseimbangan hormon seks di dalam tubuh. Kedua, minum obat yang dapat mendatangkan haid (tidak Anda sebutkan nama obatnya). Jika obat ini berisi kandungan hormon, maka hal ini dapat mengacaukan sistem hormon di dalam tubuh.

 

Tindakan teman Anda sangat mungkin yang menyebabkan dia tidak haid. Untuk menentukan apakah dia hamil atau tidak, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan atau bidan. Bisa juga dengan memeriksakan air seni  (kencing) ke laboratorium.

 

Pemakaian pil KB hanya dikhususkan kepada ibu rumah tangga yang mengikuti program KB (untuk mencegah kehamilan). Obat ini dikemas dalam satu lempeng dan harus diminum setiap  hari menjelang tidur malam selama sebulan berturut-turut. Jika lupa minum sehari saja bisa menimbulkan kehamilan.

 

Prof. Dr. dr. Koentjoro Soehadi

Ahli Androlog dan Konsultasi masalah seks.

Ikut KB Suntik, Haid Tak Teratur

Sumber: Tabloid Nyata Edisi 1837 II September 2006

 

Tanya:

Setelah menikah pada 25 April 2005 lalu, saya (27) mengikuti program KB suntik 3 bulan. Tetapi begitu mengikuti program KB 3 minggu, saya haid sekitar 2 minggu. Namun, mulai bulan Mei 2005 datang bulan saya tidak teratur. Kadang haid saya sampai 3 minggu. Tapi, darahnya berwarnah coklat dan sedikit sekali.

Terakhir saya datang bulan September 2005, dari tanggal 17 sampai 3-10-2005. Setelah itu, sampai sekarang saya tak haid.

Selengkapnya simak di sumber asli.

 

 

Kembali ke atas >>

 

 

[an error occurred while processing this directive]

Copyright© KBA Klub 2005

Powered by: KBA Klub