Make your own free website on Tripod.com

[ Home | Cara Memesan | Formulir Pesan | Konfirmasi | Artikel KB | Apa itu E-Book? | Cara Download ]

 [ Daftar Topik Diskusi | Cari Topik | Kirim Topik Diskusi ]

              

Sumber : ayahbunda no. 6  17  Maret 1981

 

ABORTUS KEHAMILAN PERTAMA SUATU MALAPETAKA?

dr. Sarsanto W. Sarwono, POGI Jaya.

Winda amat berbahagia ketika mengetahui bahwa ia sedang hamil. Sudah lama mereka menginginkan keturunan. Karena itu tak heran kalau kehamilan  tersebut amat membahagiakan mereka. Tetapi bahagia yang menyelimuti hati kedua insan itu tidak berumur panjang. Pada bulan ketiga, Winda mengalami keguguran. Kenyataan itu diterima dengan hati yang pedih oleh pasangan tersebut. Mereka sudah sering mendengar, keguguran anak pertama bisa berakibat fatal. Peristiwa itu bisa menjadi penyulit bagi kehamilan-kehamilan berikutnya. Bahkan katanya tidak mungkin bisa punya anak lagi! Benarkah keguguran pada kehamilan pertama merupakan tanda, bahwa harapan untuk mempunyai keturunan  sudah berakhir?

 

Abortus atau Keguguran.

 

       Istilah abortus diberikan terhadap peristiwa pengeluaran hasil konsepsi (kehamilan) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Batasan yang lazim dipergunakan ialah kehamilan usia 28 minggu dan berat badan janin yang kurang dari 1000 gram ketika dilahirkan. Beberapa negara ada yang mengambil batasan umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat badan janin yang dilahirkan kurang dari 500 gram. Patokan ini didasarkan  pada kenyataan bahwa bayi yang memiliki berat badan lebih dari 500 gram ketika dilahirkan sudah bisa dirawat untuk mampu hidup di luar kandungan.

 

Penyebab Abortus

 

       Tidak semua kejadian keguguran bisa diketahui penyebabnya secara pasti. Proses keguguran biasanya dimulai dengan pendarahan yang terjadi pada lapisan kandungan, yakni pada tempat hasil konsepsi itu bermukim. Pendarahan ini kemudian diikuti oleh kematian jaringan, yang akhirnya akan dikeluarkan oleh tubuh si ibu karena adanya kontraksi. Ini dirasakan oleh ibu sebagai gejala mules-mules.

       Umumnya penyebab abortus bisa digolongkan dalam kelainan pertumbuhan hasil konsepsi. Termasuk dalam kelompok penyebab ini ialah gangguan bawaan, lingkungan, pengaruh luar (misalnya radiasi/penyinaran), dan obat-obatan. Kelainan plasenta, penyakit ibu (typhus, ginjal, keracunan, dan sebagainya) serta kelainan kandungan (tumor, posisi kandungan, dan lain-lain) juga termasuk dalam penyebab tersebut.

 

Kehamilan Pertama

 

       Selain beberapa penyebab di atas, pada kehamilan pertama (terutama kehamilan pada ibu yang berusia muda, yakni di bawah usia 20 tahun), masih ada beberapa faktor lain yang dapat mempermudah terjadinya keguguran. Di antaranya ialah keadaan neonatal, yakni ketika ibu masih belum menyadari kehamilannya atau tidak siap dengan kehamilan pertamanya. Juga pengetahuan yang salah tentang masalah reproduksi manusia (karena penerangan yang keliru) menyebabkan ibu melakukan hal-hal yang tak dapat dibenarkan, misalnya minum jamu atau obat-obatan dengan maksud aar haidnya kembali menjelang. Sikap tersebut akan menimbulkan gangguan pada pertumbuhan hasil konsepsi.

       Selain keadaan tersebut, kondisi fisik juga bisa mempengaruhi tumbuhnya benih hasil konsepsi  akan mengalami keguguran, jika ia hamil dalam kondisi tersebut. Keadaan ini erat hubungannya dengan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam tubuh ibu yang tidak memadai. Biasanya konsepsi yang terjadi akan tumbuh  dengan sempurna jika calon ibu sudah mencapai usia 20 tahun. Masa ini memang sering disebut masa subur sehat, yang akan berlangsung sampai ibu mencapai usia 30 tahun.

 

Penyulit Abortus

 

       Ibu yang mengalami abortus pada kehamilan pertamanya sering dibayangi kecemasan. Abortus kehamilan pertama yang tidak ditangani secara tepat, tidak jarang menimbulkan kesulitan untuk memperoleh keturunan selanjutnya. Mungkin itu sebabnya ibu menjadi cemas terhadap kemungkinan kegagalan memperoleh anak.

 

       Gejala pertama terjadinya abortus ialah pendarahan, yang muncul setelah haid mengalami kelambatan (telat/ tak kunjung tiba). Haid yang absen ini biasanya disertai gejala-gejala kehamilan lainnya, yakni rasa mual, muntah-muntah, dan pusing yang merupakan tanda-tanda kehamilan tidak pasti. Kalau pendarahan ini tidak segera diatasi dengan pengobatan dan tindakan yang tepat, keadaannya akan makin berlarut, terutama kalau pendarahan  berlangsung dalam jumlah yang banyak sehingga membahayakan jiwa ibu.

 

       Peradangan yang muncul sebagai gejala permulaan, kemungkinan masih bisa diatasi dengan obat-obatan dan istirahat baring, untuk mempertahankan kehamilannya. Tetapi bila pendarahan berlangsung dalam jumlah banyak, karena proses abortus tengah berlangsung, terpaksa kandungan harus dikosongkan dari hasil konsepsi. Tindakan itu diperlukan supaya kandungan berkontraksi, yang akan menyebabkan pendarahan berhenti.

 

       Peradangan juga menyebabkan penyulit yang sangat menyertai abortus, terutama bila abortus yang terjadi itu tidak ditangani secara suci hama (steril), yakni bebas kuman. Kadang-kadang ibu tidak menyadari kehamilannya, sehingga menyangka pendarahan yang dialaminya cuma pendarahan biasa saja. Keadaan ini menyebabkan hasil konsepsi itu tidak dikeluarkan sebagaimana mestinya. Dan hasil konsepsi yang tidak keluar itu akan menyebabkan peradangan yang menjalar ke kandungan, selanjutnya ke dalam saluran telur dan bisa mengakibatkan penumbatan saluran telur. Keadaan inilah biasanya yang menimbulkan kegagalan pada kehamilan berikutnya, karena sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur. Seperti diketahui, perjumpaan sperma dan sel telur yang membuahkan hasil konsepsi itu biasanya berlangsung di dalam saluran telur. Keadaan itu kadang-kadang juga bisa terjadi pada pertolongan abortus yang tidak ditangani secara baik. Kuman akan masuk ke dalam kandungan bersama-sama dengan alat yang tidak suci hama.

 

      Pendarahan yang menjalar sampai ke rongga perut, merupakan ancaman yang lebih hebat. Bukan hanya keturunan yang tidak bisa diperoleh, tetapi juga membahayakan ibu.

 

Apa yang Harus Dilakukan?

 

       Nasihat pra perkawinan memang bukan tanpa arti. Sering orang mengabaikannya. Entah apa penyebabnya, yang jelas biasanya orang yang akan menikah enggan memperhatikan kaidah-kaidah seperti yang termaktub dalam nasihat tersebut. Padahal nasihat pra perkawinan itu diperlukan sebagai bekal yang penting bagi mereka yang ingin memasuki mahligai perwakinan dan memperoleh keturunan yang akan meneruskan keluarga.

 

      Pemeriksaan yang dilakukan sebelum sepasang muda mudi memutuskan untuk memasuki jenjang pernikahan bisa memberikan  berbagai informasi yang diperlukan dalam rangka keinginan untuk meneruskan generasi. Seandainya diketahui bahwa gadis tersebut mempunyai kelainan siklus haid atau gangguan haid lainnya, sebaiknya keluhan itu segera diperiksakan ke dokter. Pemeriksaan yang dini akan memungkinkan diberikannya pengobatan.

 

      Ibu yang mengalami keterlambatan haid atau mengira dirinya sedang hamil, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Jika ternyata ibu mengalami gangguan kehamilan, misalnya pendarahan, ibu harus segera berkonsultasi dengan dokter supaya mendapat pengobatan yang tepat. Bila pendarahan yang dialami itu cukup banyak dan ibu memerlukan tindakan perawatan khusus karenanya, sebaiknya ibu dibawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas pertolongan yang memadai, misalnya klinik bersalin atau rumah sakit. Anjuran yang sama juga diberikan kepada ibu yang mengalami peradangan, yang bisa ditandai lewat suhu tubuh yang meninggi.

 

       Keguguran pada kehamilan pertama tidak selalu berarti malapetaka. Ada yang bisa dilakukan supaya kehamilan berikutnya terhindar dari kemungkinan abortus. Caranya? Berilah kesempatan yang cukup agar rahim kembali kepada bentuknya semula. Biasanya diperlukan tenggang waktu selama tiga bulan. Sesudah itu barulah ibu dapat mempertimbangkan untuk hamil lagi, karena rahim sudah siap menampung pertumbuhan hasil konsepsi. Mengetahui penyebab keguguran dan mengikuti pemeriksaan tertentu, serta menjalankan pengobatan/ anjuran yang diberikan bisa menolong pasangan suami isteri berhasil memperoleh keturunan. Kehamilan pertama yang dihadang oleh keguguran memang tidak selalu berarti akhir dari segalanya. Keguguran itu masih mungkin diikuti oleh kehamilan-kehamilan selanjutnya. Yang penting, cobalah mengetahui penyebab yang pasti lewat konsultasi dengan dokter.

 

 

Kembali ke atas >>

 

 

 

 

 

[an error occurred while processing this directive]

Copyrightę KBA Klub 2005

Powered by: KBA Klub